Batik Cirebon merupakan salah satu sentra dari empat sentra industri batik di Jawa Barat. Cirebon
merupakan sentra batik tertua yang memberikan pengaruh terhadap ragam
pola batik di sentra-sentra industri batik lain di Jawa Barat.
Motif batik Cirebon yang paling terkenal dan menjadi icon Cirebon
adalah motif Mega Mendung. Motif ini melambangkan awan pembawa hujan
sebagai lambing kesuburan dan pemberi kehidupan. Sejarah motif ini
berkaitan dengan sejarah kedatangan bangsa Cina di Cirebon, yaitu Sunan
Gunung Jati yang menikah dengan wanita Tionghoa
bernama Ong Tie. Motif ini memiliki gradasi warna yang sangat bagus
dengan proses pewarnaan yang dilakukan sebanyak lebih dari tiga kali.
Selain motif mega Mendung yang menjadi icon Cirebon, ada juga motif
Paksinaga Liman, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, dan
sebagainya. Ornamen batik Cirebon cukup bervariasi, karena selain
dikembangkan oleh keluarga keraton dan masyarakat yang setia kepada sultan,
masyarakat Cirebon juga memiliki karakter terbuka terhadap budaya
asing. Ornamen yang dihasilkan misalnya ornamen Paksi Naga Liman yang
memperoleh pengaruh dari Persis, Soko Cino dari Keramik Cina, dan Buraq
dari Arab.
Kota Cirebon merupakan salah satu daerah penghasil batik yang memiliki motif unik dan khas. Batik Cirebon termasuk ke dalam kelompok Batik Pesisiran. Motif Batik Cirebon pada dasarnya dapat digolongkan menjadi lima jenis, yaitu Wadasan, Geometris, Pangkaan, Byur, dan Semarangan.
Wadasan, ditandai dengan adanya beberapa ornamen
dan benda-benda yang bersumber dari Kraton Cirebon, termasuk ornamen
wadasan itu sendiri. Kelompok jenis ini biasanya disebut batik Keraton.
Adapun nama-nama motif yang termasuk jenis Kratonan, diantaranya: Singa Payung, Naga Saba, Taman Arum, Mega Mendung, dan lain sebagainya.
Geometris, ditandai
dengan proses pendesainannya selalu menggunakan alat bantu penggaris.
Sebelum dibatik, kain harus diberi garis-garis terlebih dahulu. Yang
termasuk ke dalam jenis ini adalah Motif Tambal Sewu, Liris, Kawung, Lengko-lengko, dan lain-lain.
Pangkaan (Buketan),
batik dengan motif pangkaan yaitu menampilkan pelukisan pohon atau
rangkaian bunga-bungaan yang lengkap dengan ujung pangkalnya dan sering
sekali dilengkapi burung atau kupu-kupu. Nama-nama motif ini diantaranya
adalah Pring Sedapur, Kelapa Setundun, Soko Cina, Kembang Terompet, dan lain-lain.
Byur, ditandai dengan
penuhnya ornamen bunga-bungaan dan daun-daunan kecil yang mengelilingi
ornamen pokok, sebagian contoh motif ini adalah Karang Jahe, Mawar Sepasang, Dara Tarung, Banyak Angrum, dan lain-lain.
Semarangan, motif ini
menampilkan penataan secara ceplok-ceplok dengan ornamen yang sama atau
motif ulang yang ditata agak renggang. Sebagian contoh motif ini adalah Motif Piring Selampad dan Kembang Kantil.






0 comments:
Post a Comment